KENALI ANCAMAN KEKERASAN SEKSUAL PADA DIRIMU DAN SEKELILINGMU
Tahukah kamu bahwa kekerasan seksual bisa terjadi pada siapapun dan di manapun? Bahkan di tempat yang dianggap paling aman sekalipun. Di sekolah, baik itu sekolah negeri, swasta, maupun sekolah yang membawa nama agama, ancaman kekerasan seksual tidak mengenal tempat. Bahkan di tempat di mana anak-anak seharusnya terlindungi, seperti di panti asuhan, di lingkungan tempat ibadah, bahkan juga di tengah-tengah keluarga.
Tahukah
kamu bahwa anak-anak, bahkan usia 6 sampai sebelum pubertas, dan juga remaja
adalah sasaran empuk kekerasan seksual dari orang-orang yang mereka pikir bisa
dipercaya dan akan melindungi mereka? Tahukah kamu bahwa anak-anak lelaki pun
ternyata kerap menjadi sasaran para pelaku kekerasan seksual? Tahukah kamu
bahwa bujuk rayu, wajah manis penuh simpati, bahkan kedudukan terhormat di
masyarakat, di antara pemuka agama apapun, dan juga orang yang lebih tua di
kalangan keluarga, itu semua bukan jaminan bahwa seseorang bukanlah pelaku
kekerasan seksual?
Karena itu, yuk kita kenali apa itu kekerasan seksual, contoh dan tipe pelakunya supaya kamu bisa melindungi diri, kawan-kawan, dan juga adik serta keluargamu.
Apa sih Kekerasan
Seksual itu?
Dari yang
paling sering terjadi di sekeliling kita, sampai dengan yang paling jahat, yang
termasuk dalam Kekerasan Seksual itu adalah:
· mengeluarkan kata-kata yang membujuk,
merayu, menggoda yang berhubungan dengan fisik kita atau bagian tubuh kita
sebagai perempuan atau lelaki
· mengeluarkan kata-kata yang menghina
atau mencaci yang berhubungan dengan fisik kita sebagai perempuan atau lelaki
· membujuk yang bernuansa seksual,
baik dengan kata-kata, isyarat tertentu, gambar, maupun juga secara fisik, atau
bahkan menyentuh
· mempertontonkan gambar atau video
yang bernuansa pornografi
· membujuk yang ujungnya mengarah pada
pelampiasan nafsu seksual dan pemaksaan aktifitas seksual
· membujuk atau memaksa untuk melakukan
hubungan seksual.
Apakah Kekerasan
Seksual itu selalu berdasarkan paksaan?
Dalam
hubungan suka-sama-suka pun bisa saja akhirnya berujung pada kekerasan seksual
yakni ketika satu pihak merasa tertekan dan terpaksa.
Kadang ada
yang dihina, dicaci, lalu si pelaku meminta maaf, tetapi tidak hanya itu, si
korban lalu dipaksa melakukan kontak seksual atau malah berhubungan seksual sebagai
bentuk permintaan maaf. Kadang malah sampai disakiti.
Apa saja sih contoh Kekerasan Seksual itu?
Tindakan tanpa kontak fisik, biasanya dengan kata-kata (verbal) atau dengan tindakan yang bisa dilihat (visual):
· Tindakan menyakiti perasaan dan
menimbulkan rasa tertekan, takut, rendah diri, sakit hati dengan cara verbal
yang bermakna seksual, seperti mengata-ngatai sebagai pelacur, orang murahan, dan
sebagainya.
· Mempertontonkan sebagian atau
seluruh bagian kelamin lelaki atau perempuan, baik secara langsung atau rekaman
video.
· Mempertontonkan kegiatan hubungan
intim atau hubungan seksual, baik lelaki dengan perempuan, lelaki dengan
lelaki, perempuan dengan perempuan, dengan yang berbeda jauh usianya, dan
berbagai jenis kegiatan hubungan seksual lain, baik secara langsung atau
rekaman video.
· Tindakan meminta atau menonton atau
mendesak korban untuk telanjang atau menunjukkan alat kelamin atau bagian intim
lain.
Tindakan
yang sudah mengarah pada kontak fisik dan pemaksaan:
· Tindakan membujuk, mengiming-imingi
dengan imbalan, mengelabui, melakukan hipnotis, atau penipuan yang membuat
korban kaget, bingung, hilang kesadaran yang berujung pada pemaksaan aktivitas
seksual.
· Memaksa meraba, memegang alat
kelamin (baik kelaminmu atau kelamin pelaku) atau bagian intim lain.
· Memaksa berhubungan intim, entah dengan
tangan, mulut, ataupun kontak alat kelamin secara langsung.
· Tindakan menyakiti alat kelamin dan
bagian khas lelaki atau perempuan lainnya.
Lalu,
bagaimana saya bisa mengenali orang-orang yang berpotensi melakukan Kekerasan
Seksual ?
·
Pelaku kekerasan seksual bisa jadi siapa saja, dari
mana saja, seperti yang sudah dijelaskan di atas.
·
Biasanya mereka akan terlebih dahulu melakukan
pendekatan, membujuk calon korban, mengiming-imingi dengan hadiah, mengajak
makan, mengajak menginap, bersikap manis dan baik hati, tetapi sebetulnya punya
maksud tersembunyi.
·
Pelaku kekerasan seksual kadang merupakan
orang-orang yang justru dianggap sebagai pelindung, dianggap tidak mungkin
berbuat tidak pantas, misalnya orangtua asuh, pendamping yang lebih tua, bahkan
kadang juga orang-orang yang menjadi panutan dalam kelompok agama.
·
Penampilan pelaku kekerasan justru lebih sering
ramah berlebihan, cinta anak-anak, penuh karisma, pandai meyakinkan orang, dan
tidak jarang juga sopan dan cerdas. Dari berbagai kasus Kekerasan Seksual hanya
sedikit saja lho kasus di mana pelaku adalah orang yang berperilaku kasar. Kebanyakan
pelaku justru orang-orang terdekat dari korban, malah ada yang merupakan
anggota keluarga, kerabat, bahkan orangtua sendiri. Seorang kakak yang terpaut
minimal 5 tahun pun bisa saja melakukan kekerasan seksual pada adiknya.
·
Pelaku kekerasan seksual biasanya memiliki masalah
pribadi yang cukup berat. Ada yang pernah mengalami atau menyaksikan kekerasan
seksual di masa lalu; ada yang tidak mampu menahan diri; ada yang mengidap
kelainan orientasi seksual; ada juga yang maniak kekuasaan, haus akan pengakuan
dan dominasi; ada juga yang justru karena kurang percaya diri; atau memang
pecandu seks.
Apa yang harus saya lakukan ketika saya, teman,
atau orang yang saya kenal mengalami kekerasan seksual?
·
Reaksi pertama yang umum yang dialami korban adalah shock,
kaget, terkejut, bingung, marah.
·
Reaksi yang juga timbul adalah malu, marah sekaligus
sedih berkepanjangan, tidak habis pikir, tetapi tidak sanggup berkata-kata. Dan
lalu korban lebih sering diam, menutup diri, menjauh dari teman-temannya.
·
Nah, kedua reaksi di atas itu malah sering dimanfaatkan
terus-menerus oleh pelaku, dan menjadi
rantaian kejadian yang berulang, bahkan tak jarang berlangsung selama
bertahun-tahun.
·
Bisa jadi, karena pelaku rata-rata adalah orang yang
ditakuti, disegani, atau bahkan dihormati, si pelaku sering menanamkan
pengertian yang jahat, bahwa peristiwa dan perasaan yang dialami korban adalah salah
paham atau hanya salahan persepsi. Bahkan ada pelaku yang menyalahkan korban,
bahwa pelaku melakukan itu karena kesalahan si korban. Bayangkan jika kejadian
ini menimpa anak-anak, banyak anak-anak yang jadi korban kemudian menutup diri
atau bahkan berusaha melupakan apa yang dialaminya dan bukannya menceritakan
apa yang dialaminya, karena malu, takut, sedih, dan sebagainya. Tentu saja ini
berakibat pada kesehatan jiwa si korban di masa depannya.
·
Pelaku Kekerasan Seksual paham betul bahwa
seksualitas adalah hal yang intim dan tabu, bahkan aib bagi si korban. Itu
sebabnya mereka berlindung di balik sikap enggan korban dan orang-orang di lingkungan
sekitar korban dan pelaku yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan,
ketimuran, dan bahkan agama untuk tidak membicarakan masalah dan pengalaman
kekerasan seksual ini.
Nah, sudah lebih jelas ya? Yuk mari kita kenali ancaman Kekerasan
Seksual, tindakan-tindakan yang masuk kategori Kekerasan Seksual, dan berani
melawan serta mencegah Kekerasan Seksual di sekitar kita.
Jika ada pertanyaan lebih lanjut silakan hubungi (teman.kpm [at] gmail.com).


Komentar
Posting Komentar